ANALISIS AMBIGUITAS PADA HEADING PORTAL BERITA BERBAHASA INGGRIS DALAM PEMBERITAAN PILKADA GUBERNUR JAWA BARAT 2018

Sabtu, 21 November 2020 - 09:54
ANALISIS AMBIGUITAS PADA HEADING PORTAL BERITA BERBAHASA INGGRIS DALAM PEMBERITAAN PILKADA GUBERNUR JAWA BARAT 2018
 
Ketua : Muhammad Rayhan Bustam, S.S., M.Hum
 
 
Penelitian ini mengangkat kasus ambiguitas yang muncul di portal berita berbahasa Inggris. Ambiguitas merupakan gejala terjadinya penafsiran lebih dari satu makna dari satu struktur yang sama; hal ini seperti yang diungkapkan Chaer (2009:104) bahwa ambiguitas merupakan kata atau struktur yang bermakna ganda atau mendua arti. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berjudul “Analisis Ambiguitas pada Heading Portal Berita Berbahasa Inggris dalam Pemberitaan Pilkada Gubernur Jawa Barat 2018”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memperlihatkan dan mendeskripsikan jenis ambiguitas apa saja yang muncul dalam heading portal berita berbahasa Inggris yang diteliti, dan menganalisis penyebab terjadinya ambiguitas tersebut, serta mendeskripsikan interpretasi makna yang muncul sebagai akibat ambiguitas tersebut.
 
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling; yakni mengumpulkan sampel data yang diambil dari Heading portal berita berbahasa Inggris mengenai pemberitaan Pilkada Gubernur Jawa Barat 2018; terdapat beberapa portal berita berbahasa Inggris yang akan diteliti, di antaranya: The Jakarta Post, The Jakarta Globe, Tempo, Straittimes, South China Morning Post, News ABS, dan Netralnews. Data yang dikumpulkan, kemudian dipilah berdasarkan kata, frasa, klausa dan kalimat yang berhubungan dengan ambiguitas, lalu, dianalisis dengan teknik analisis deskriptif sesuai dengan strukturnya, yang berpijak kepada kemungkinan ambiguitas apa saja yang terlibat di dalamnya. Adapun alasan Heading (judul berita) diambil sebagai sumber data adalah karena bagian inilah yang umumnya pertama sekali dibaca oleh pembaca berita di portal berita. Oleh karenanya, munculnya interpretasi ganda oleh pembaca berita sebagai akibat hadirnya ambiguitas pada heading sangat menarik untuk diteliti.
 
Untuk menyokong analisis, umumnya ada beberapa metode yang aplikabel dan acap digunakan, seperti: metode penelitian kepustakaan (library research), metode penelitian lapangan (field research), dan metode penelitian laboratorium (laboratory research). Namun, untuk penelitian ini, hanya metode penelitian kepustakaan (library research) yang digunakan. Metode ini dianggap paling sesuai dalam melakukan penelitian seperti ini.
 
Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa dari ke tujuh portal berita tersebut ditemukan total pemberitaan mencapai 58 judul (heading), dan 37 di antaranya terdapat kasus ambiguitas, atau jika diprosentasekan 61% berbanding 39%. Dari prosentase yang ada, secara umum media massa telah cukup baik untuk menghindari ambiguitas dalam mengemas berita terutama heading pemberitaannya. Adapun temuan jenis ambiguitas yang paling banyak terjadi adalah ambiguitas leksikal dengan 41 kasus atau setara dengan 91%, sedangkan ambiguitas struktural hanya 4 kasus atau setara 9%. Adapun dari aspek penyebab terjadinya ambiguitas leksikal, dari total 41 temuan ambiguitas leksikal, penyebab yang ditemukan adalah: polisemi 20 kasus atau setara dengan 49% dan homonimi 21 kasus atau setara dengan 51%. Sedangkan, untuk ambiguitas struktural penyebab yang terbanyak ditemukan adalah equivocal phrasing sebanyak 3 kasus atau setara dengan 75%, serta 1 kasus untuk penyebab gramatikal atau setara dengan 25%.
 
Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kesadaran kepada pembaca berita untuk bisa lebih teliti dalam membaca dan memahami sebuah heading pemberitaan. Heading sering sekali dijadikan pembaca sebagai intisari dari sebuah berita. Banyak pembaca yang mencari intisari informasi hanya dari heading, sehingga strategi pengemasan heading haruslah sempurna untuk menghindari multi interpretasi. Dari aspek pembaca, sangat disarankan untuk mempunyai pengetahuan yang memadai terhadap informasi yang akan dibaca agar tidak terjebak dengan ambiguitas dan bahkan kekeliruan pemahaman.