KORELASI ANTARA PENGUASAAN KANJI DAN KOSAKATA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN

Rabu, 18 November 2020 - 10:52
KORELASI ANTARA PENGUASAAN KANJI DAN KOSAKATA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN
 
 
Ketua Peneliti : Soni Mulyawan Setiana, M.Pd
Anggota : Pitri Haryanti, M.Pd , Saepul Karim, S.S.
 
 
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui: 1) kemampuan mahasiswa dalam menguasai kanji, 2) kemampuan mahasiswa dalam menguasai kosakata bahasa Jepang, 3) kemampuan mahasiswa dalam membaca pemahaman dan 4) korelasi antara penguasaan kanji dan kosakata dengan kemampuan membaca pemahamanseberapa besar keterkaitan antara penguasaan kanji dan kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman (dokkai). Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa tes khusus. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat II Program Studi Sastra Jepang Program Sl STBA Yapari ABA Bandung, Universitas Kristen Maranatha, dan Universitas Komputer Indonesia sebanyak 78 orang. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam penguasaan kanji adalah 74,01, penguasaan kosakata adalah 74,24 dan kemapuan membaca pemahaman adalah 73,27. Semuanya masuk ke dalam kategori tinggi. Adapun Korelasi penguasaan kanji dan kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman sangat tinggi, hal tersebut ditunjukkan dengan tingkat signifikansi yang sangat tinggi yaitu 0,000 dan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,857 serta hasil korelasi yang sangat tinggi yaitu 0,904 untuk korelasi antara kemampuan kanji dengan kemampuan membaca dan 0,920 untuk korelasi antara kemampuan kosakata dengan kemampuan membaca. Walaupun berada dalam kategori tinggi, akan tetapi kemampuan mahasiswa dalam penguasaan kanji, kosakata dan membaca pemahaman tidak merata, untuk itu hendaknya pengajar selalu berusaha untuk terus meningkatkan kemampuan mahasiswa, baik itu dalam kemampuan kanji atau pun kosakata bahasa Jepang guna meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membaca pemahaman teks berbahasa Jepang dengan selalu memberikan motivasi kepada mahasiswa serta mengembangkan berbagai metode pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. Sedangkan untuk mahasiswa diharapkan lebih serius belajar guna meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang.