Pengembangan Pembelajaran Budaya Jepang Di SMA/SMK Dengan Menggunakan Multimedia

Senin, 30 November 2020 - 13:27
Pengembangan Pembelajaran Budaya Jepang Di SMA/SMK Dengan Menggunakan Multimedia
 
Ketua : Pitri Haryanti, M.Pd
Anggota : Soni MUlyawan Setiana, M.Pd, Fenny Febrianty, S.s., M.Pd
 
Pembelajar bahda Jepang di Indonesia peringkat ke-2 terbanyak di dunia dengan jumlah pembelajar sebanyak 872,2046 orang dari jumlah tersebut jumlah pembelaajar paling banyak adalah jumlah pembelajar tingkat SMA yaitu 835,938 orang. Namun meskipun demikian, berdasarkan survet The Japan Foundation ( 2013) banyak kendala yang dihadapi oleh para pengajar bahsa Jepang di Indonesia diantaranya: 1)
kurangnya informasi bahan ajar dan metode pengajaran (61,4%), 2) kurangnya bajan ajar (41,0%). Berdaeakan survey awal, diketahui bahwa bahan ajar yang belum ada dan perlu diadakan adalah bahan ajar tentang budaya Jepang.
 
Dengan melihat tuntutan kebutuhan di lapangan dari pihak pengajar, penelitian ini ditujukan untuk membuat pembelajran budaya Jepang untuk SMA di Indonesia. bahan ajar/belajar dibuat dalam bentuk multimedia karena disesuaikan dengan perkembanagan teknologi saat ini.
 
Adapun terget pene;itian: 1) terdeskeripsikannya materi-materi budaya Jepang yang dibutuhkan oleh pengajar bahasa Jepang SMA dilapangan sebaragi gambaran multimedia yang akan dibuat, 2) tersusunnya suatu multimedia pembelajaran budaya Jepang yang dapat diaplikasian seara praktis, 3) teraplikasnnya multimedia pembelajaran tersebut oleh pengajar bahsa Jepang SMA khususnya di Bandung.
 
Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan metode pendekatan research and development yaitu penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran seperti silabus, nahan ajar, media dan sebagainya. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan adalah: 1) melakukan identifikasi materi-materi yang dibutuhkan oleh pengajar bahsa Jepang SMA yang berkenaan dengan pengenalan budaya Jepang di SMA dengan survey dan wawancara, 2) menyusun dan mendesain multimedia, 3) uji coba tahap awal multmedia (preliminary field testing), 4) merivisi multimedia, 5) ujicoba lapangan  (main fiekd testing), 6) penyempurnaan (final product revision, 7) desiminasi dan implementasi.