PERANCANGAN KIT PRAKTIKUM SEBAGAI ALAT BANTU PROSES PEMBELAJARAN UNTUK PRAKTIKUM DI UNIKOM

Selasa, 17 November 2020 - 11:08
PROGRAM PENELITIAN PENGEMBANGAN UNIKKOM
 
PERANCANGAN KIT PRAKTIKUM SEBAGAI ALAT BANTU PROSES PEMBELAJARAN
UNTUK PRAKTIKUM DI UNIKOM
 
Ketua : Tri Rahajoeningroem, ST., MT.
Anggota : Jana Utama, ST., MT.
 
 
 
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memaksa setiap orang untuk mengikuti setiap perkembangannya. Tidak terkecuali dunia pendidikan, beragam media dan alat-alat belajar canggih yang didesain sedemikian rupa memaksa dunia pendidikan untuk beradaptasi dengan kemajuan tersebut. Salah satu bentuknya adalah penggunaan media pembelajaran untuk membantu aktivitas proses pembelajaran (Munadi, 2008). Program Studi Teknik Elektro Universitas Komputer Indonesia memiliki beberapa fasilitas laboratorium praktikum untuk menunjang kegiatan pembelajaran, salah satunya Laboratorium PLC dan Kendali Cerdas yang melaksanakan kegiatan Praktikum Kendali I dan Praktikum Kendali III . Praktikum Kendali I dan Praktikum Kendali III ini memberikan pengetahuan kepada praktikan tentang rangkaian listrik, elektronika dasar, interfacing (menggunakan Parallel Port dan serial port) dan sistem kendali. Pelaksanaan Praktikum Kendali I dan Praktikum Kendali III di Program Studi Teknik Teknik Elektro UNIKOM dibantu oleh sejumlah asisten praktikum dan dosen pengampu praktikum yang bertugas sebagai penyelenggara praktikum juga sebagai pengawas pelaksanaan praktikum.
 
Media praktikum yang digunakan dalam Praktikum Kendali I berupa protoboard untuk membuat rangkaian elektronika, Parallel Port, dan sebuah komputer untuk membuat program pengendalian. Media praktikum yang digunakan dalam Praktikum Kendali III berupa protoboard untuk membuat rangkaian elektronika, serial port, dan sebuah komputer untuk membuat program pengendalian. Permasalahan yang muncul berhubungan dengan waktu atas aktivitas Praktikum Kendali I dan Praktikum Kendali III . Waktu untuk melakukan praktikum yang terbatas, sehingga menuntut semua modul praktikum dapat diselesaikan dengan waktu yang tersedia tanpa memperhatikan tingkat pemahaman praktikan. Waktu untuk menyelesaikan satu modul praktikum adalah 135 menit. Waktu ini sudah termasuk waktu untuk tes pendahuluan selama 15 menit dan waktu untuk penjelasan materi selama 20 menit, sehingga waktu efektif untuk melakukan percobaan dan analisis hasil hanya 100 menit. Kegiatan praktikum Kendali I dan Praktikum Kendali III selama ini dilakukan secara berkelompok, setiap kelompok terdiri dari 2 orang anggota. Media praktikum yang digunakan untuk melakukan percobaan selama ini berupa protoboard, misalkan setiap praktikan diharuskan untuk melakukan percobaan dengan
cara merangkai dan membuat program aplikasi. Padahal kompetensi untuk Praktikum Kendali I dan Praktikum Kendali III ini praktikan tidak hanya mampu membuat rangkaian elektronika, tetapi yang lebih penting lagi praktikan harus mampu menganalisis rangkaian elektronika serta dapat membuat atau mengembangkan program aplikasi. Pada saat melaksanakan percobaan, praktikan kesulitan dalam membuat rangkaian elektronika, sebagian besar disebabkan karena praktikan kurang teliti dalam merangkai rangkaian elektronika dan praktikan kesulitan dalam melakukan troubleshooting.
 
Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dirancang alat bantu proses pembelajaran Praktikum Kendali I dan Praktikum Kendali III . Alat bantu yang dapat membantu praktikan dalam memahami materi yang disampaikan. Alat bantu pada sebagian literatur lain disebut sebagai media pembelajaran. Rifai (2005) melakukan penelitian mengenai Pembuatan Media Pembelajaran Konsep Dasar Listrik dan Elektronika Bahasan Karakteristik dan Penggunaan Transistor Berbasis Multimedia. Namun demikian penelitian tersebut hanya membahas materi komponen elektronika dan transistor saja yang dikemas dalam CD pembelajaran tanpa didukung alat bantu praktikum, sedangkan dalam penelitian ini akan dirancang alat bantu praktikum berupa kit praktikum yang akan menggantikan fungsi protoboard dalam membuat rangkaian elektronika untuk setiap modulnya yang terdiri atas modul pengenalan komponen dan instrumentasi dasar, modul transistor dan op-amp, modul sensor dan digital, modul relay dan motor serta modul pengenalan mikrokontroler. Alat bantu tersebut dapat membantu proses belajar mengajar baik dalam membuat rangkaian elektronika maupun pengembangan aplikasi, sehingga praktikan lebih cepat dalam merangkai rangkaian elektronika untuk setiap modulnya dan mempunyai waktu lebih untuk melakukan analisis hasil percobaannya.